“Kalau kira-kira mudaratnya lebih besar, ya lebih baik Kiai Mifta tidak maju di Muktamar ke-35 NU di Jombang. Jangan sampai keputusan itu malah menimbulkan konflik baru yang tidak selesai-selesai,” katanya.
KH Adnan juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan Muktamar NU sebagai arena perebutan kepentingan. Ia menyoroti kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha mengarahkan jalannya muktamar sesuai kepentingannya sendiri.
Menurutnya, upaya semacam itu berbahaya apabila dilakukan tanpa memahami tradisi, karakter, serta nilai-nilai yang selama ini menjadi pijakan NU.
“Kalau ada orang yang mengatur-ngatur dan kemudian mendorong keadaan menjadi seperti yang mereka inginkan, menurut saya itu sangat tidak beradab. Mereka tidak mengukur level bahayanya,” tegasnya.
Ia khawatir jika situasi tersebut terus dibiarkan, dinamika internal NU dapat berkembang menjadi persoalan yang sulit dikendalikan.

NOW ON AIR SSFM 100

