“Jangan jadikan NU sebagai objek permainan. Tolong hati-hati betul. Jangan menyepelekan ini dan menganggap NU sebagai organisasi biasa,” kata KH Adnan.
Untuk mencegah terjadinya perpecahan, KH Adnan mendorong para kiai senior mengedepankan kebijaksanaan dan musyawarah dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.
Menurutnya, forum para kiai dapat menjadi jalan untuk mencari keputusan terbaik yang benar-benar berorientasi pada kepentingan organisasi, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“Harapan saya, para kiai memiliki wisdom. Bila perlu, kumpulkan para kiai dan bermusyawarah. Kalau ada musyawarah para kiai, itu lebih baik. Kita mencari siapa yang paling maslahat untuk NU,” tutur KH Adnan.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU nantinya tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga mampu menjaga persatuan, marwah, serta keberlanjutan NU di tengah dinamika internal organisasi.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

