Menurutnya, letak geografis Pulau Biak yang berada di dekat garis khatulistiwa menjadi keunggulan kompetitif untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan antariksa dan industri teknologi tinggi pertama di Asia Tenggara.
Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, terbukanya lapangan kerja, dan bertambahnya investasi.
Selain mendukung sektor teknologi, Sultan menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi antariksa juga memiliki dampak besar bagi pembangunan daerah. Teknologi satelit, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan berbasis data, mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, pengawasan wilayah perbatasan, hingga memperluas akses internet di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Pemanfaatan teknologi antariksa harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan memperkecil kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.
Sultan juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Roscosmos sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Menurutnya, kolaborasi tersebut dibangun atas dasar kepentingan nasional, saling menghormati, serta memberikan manfaat bersama, terutama dalam transfer teknologi, pengembangan riset, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

NOW ON AIR SSFM 100

