Sebagai pembanding, Badan Gizi Nasional memperoleh alokasi Rp240,2 triliun dalam APBN 2027.
LAB 45 menilai perbedaan skala anggaran tersebut perlu dibaca bersama kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk pendampingan korban kekerasan.
Penurunan sejumlah indikator gender, seperti Indeks Ketimpangan Gender dan angka kematian ibu, tetap menjadi perkembangan positif. Namun, perbaikan itu tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan untuk memperkuat layanan pelindungan.
Jaleswari mengingatkan bahwa capaian indikator perlu diikuti oleh kesinambungan kebijakan dan dukungan kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, korban kekerasan berisiko menghadapi keterbatasan layanan ketika membutuhkan pendampingan dan pemulihan.
Meski memberikan sejumlah catatan kritis, LAB 45 mengakui adanya indikator makroekonomi dan gender yang tetap menunjukkan perkembangan positif.
NOW ON AIR SSFM 100

