Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29 persen pada triwulan II 2026, inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen, sementara Indeks Ketimpangan Gender dan angka kematian ibu terus menurun.
Jaleswari menegaskan bahwa capaian tersebut patut diapresiasi, tetapi tidak cukup untuk menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintahan.
“Stabilitas makro adalah titik berangkat, bukan tujuan. Di balik angka-angka itu ada 153 daerah yang kehilangan dana pembangunan fisik, korban kekerasan yang menunggu didampingi, dan pengungsi yang menunggu negara berbicara apa adanya. Ukuran sebuah pemerintahan ada di sana,” ujarnya.
Dengan sisa tiga tahun masa pemerintahan, LAB 45 menilai masih tersedia ruang untuk memperbaiki arah kebijakan.
LAB 45 mengajukan empat tolok ukur yang dapat dievaluasi dalam 12 bulan ke depan.
Pertama, apakah Perpres Rincian APBN 2027 mencantumkan DAK Fisik per daerah dan menghitung Dana Bagi Hasil sesuai UU HKPD.
NOW ON AIR SSFM 100

