Selasa, 20 Oktober 2026

Pangi Chaniago: Split Ticket Voting Dipengaruhi Isu dan Kepentingan, Bukan Popularitas Kandidat

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pangi Syarwi Chaniago (tengah) pengamat politik sekaligus pendiri Voxpol Center Research and Consulting saat hendak ujian terbuka Program Doktor Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), pada Senin (20/7/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sebaliknya, semakin kuat kedekatan seseorang dengan partai politik, semakin kecil kemungkinan pemilih memisahkan pilihannya antara pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Pangi menilai hasil penelitiannya punya implikasi penting bagi penguatan sistem kepartaian di Indonesia. Menurutnya, perilaku pemilih tidak cukup dipahami hanya dari faktor figur maupun partai, tetapi juga harus melihat karakter masyarakat dan orientasi kepentingannya.

“Persoalan split ticket voting tidak bisa dipahami hanya dari faktor figur atau partai. Karakter masyarakat dan orientasi kepentingannya juga sangat menentukan sehingga penguatan kelembagaan partai menjadi penting,” ujarnya.

Sementata itu, Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) mengatakan, hasil penelitian tersebut memberi perspektif baru mengenai hubungan antara partai politik dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Menurut Hasto, liberalisasi politik pascareformasi memang memperluas ruang demokrasi. Namun, proses tersebut tidak diikuti penguatan institusionalisasi partai politik, sehingga politik Indonesia semakin bertumpu pada figur.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
35o
Kurs