Sebaliknya, semakin kuat kedekatan seseorang dengan partai politik, semakin kecil kemungkinan pemilih memisahkan pilihannya antara pemilu legislatif dan pemilu presiden.
Pangi menilai hasil penelitiannya punya implikasi penting bagi penguatan sistem kepartaian di Indonesia. Menurutnya, perilaku pemilih tidak cukup dipahami hanya dari faktor figur maupun partai, tetapi juga harus melihat karakter masyarakat dan orientasi kepentingannya.
“Persoalan split ticket voting tidak bisa dipahami hanya dari faktor figur atau partai. Karakter masyarakat dan orientasi kepentingannya juga sangat menentukan sehingga penguatan kelembagaan partai menjadi penting,” ujarnya.
Sementata itu, Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) mengatakan, hasil penelitian tersebut memberi perspektif baru mengenai hubungan antara partai politik dan kualitas demokrasi di Indonesia.
Menurut Hasto, liberalisasi politik pascareformasi memang memperluas ruang demokrasi. Namun, proses tersebut tidak diikuti penguatan institusionalisasi partai politik, sehingga politik Indonesia semakin bertumpu pada figur.

NOW ON AIR SSFM 100

