“Tantangan yang kita hadapi adalah liberalisasi politik yang semakin menguatkan personalisasi politik. Demokrasi berjalan, tetapi tradisi pelembagaan partai belum berkembang secara kuat,” ucapnya.
Ia menilai kondisi itu membuat demokrasi Indonesia cenderung mengadopsi praktik politik liberal tanpa memperkuat fondasi kelembagaan partai sesuai dengan falsafah pembentukan negara.
Oleh karena itu, ia menyebut bahwa hasil penelitian Pangi menjadi penting sebagai masukan bagi pengembangan sistem kepartaian di Indonesia.
“Berbagai persoalan itu dapat dijawab melalui penguatan kelembagaan partai politik yang dipadukan dengan strategi kepemimpinan dan penguatan ideologi partai. Pelembagaan partai menjadi fondasi bagi ketahanan demokrasi Indonesia,” ujarnya.
Seperti diketahui, penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS).
Penelitian menguji empat variabel laten yang memengaruhi perilaku pemilih, yakni orientasi isu, personalisasi kandidat, identifikasi partai (party identification), dan orientasi persamaan kepentingan yang mencakup aspek klientelistik maupun programatik. (ris/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

