Ia merujuk pernyataan dua kader senior PDIP, Komarudin Watubun dan Andreas Hugo Pareira, yang sebelumnya meminta Gibran mempertimbangkan untuk mundur.
“Apa yang disampaikan Pak Komarudin, Pak Andreas Pareira sudah meminta yang bersangkutan sebaiknya mundur. Dan ini adalah suara dari begitu banyak rakyat yang makin besar. Suara ini enggak boleh diabaikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Hasto menyatakan PDIP membuka ruang komunikasi dengan partai politik lain untuk membicarakan langkah politik di DPR, termasuk kemungkinan penggunaan hak angket.
Namun, ia mengakui PDIP tidak memiliki kekuatan kursi yang cukup untuk menggerakkan hak angket seorang diri. Dari total kekuatan parlemen, PDIP hanya mengantongi 110 kursi.
“Sehingga diperlukan juga suatu dialog dengan partai-partai lain. Nah, upaya dialog-dialog ini juga dengan proses delegitimasi yang sekarang berlangsung semakin masif ini. Jadi kami meyakini partai-partai lain juga akan mendengarkan suara tersebut,” jelasnya.
NOW ON AIR SSFM 100

