Rabu, 28 Oktober 2026

Peringatan 30 Tahun Kudatuli, PDIP Angkat Kembali Luka Sejarah Demokrasi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Aksi teatrikal pada peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: istimewa

Dalam pementasan, para aktor muda merekonstruksi peristiwa penyerangan kantor PDI yang saat itu dipertahankan oleh pendukung Megawati Soekarnoputri. Suasana haru menyelimuti seluruh peserta yang menyaksikan jalannya pertunjukan.

Bonnie Triyana Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan mengatakan, peringatan tiga dekade Kudatuli bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi momentum untuk menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap sejarah demokrasi Indonesia.

“Tiga puluh tahun berlalu sejak peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik balik perjalanan demokrasi Indonesia. Waktu boleh berjalan, tetapi luka sejarah tidak pernah benar-benar hilang selama keadilan belum sepenuhnya ditegakkan,” kata Bonnie Triyana.

Menurut Bonnie, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar kekerasan politik yang pernah terjadi tidak kembali terulang.

“Kita tidak datang untuk membuka kembali luka, melainkan untuk memastikan bahwa luka itu tidak pernah dilupakan. Teatrikal ini bukan sekadar seni, tetapi upaya menghadirkan kembali masa ketika kekerasan digunakan terhadap oposisi. Seni membantu kita merasakan apa yang tidak terungkap oleh dokumen,” ujarnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2026
33o
Kurs