Selain efisiensi, Saan menilai aspek stabilitas sosial juga menjadi pertimbangan penting.
Menurut Saan, proses Pilkades kerap memunculkan polarisasi di tengah masyarakat desa yang berpotensi berkembang menjadi konflik horizontal.
“Yang kedua tentu juga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tadi, stabilitas. Terutama dalam situasi politik seperti ini, itu kan dibutuhkan yang namanya kepastian dan stabilitas. Terutama di level bawah, masyarakat, supaya jangan ada yang namanya konflik horizontal,” katanya.
Saan yang berlatar belakang masyarakat desa itu menyebut, polarisasi menjelang Pilkades bukan persoalan sederhana. Konflik yang muncul bahkan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama setelah proses pemilihan selesai.
“Karena hampir yang namanya Pilkades, kita sama-sama dari desa, menjelang Pilkades itu biasanya polarisasi. Dan polarisasi itu menimbulkan konflik. Konfliknya itu biasanya berkepanjangan, bertahun-tahun,” tuturnya.

NOW ON AIR SSFM 100

