Sabtu, 31 Oktober 2026

Santriwati Diduga Alami Trauma akibat Penggerebekan Dini Hari, DPR Desak LPSK Segera Bertindak

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mafirion Anggota Komisi XIII DPR RI. Foto: Antara

Dalam laporan tersebut, para santriwati disebut berhadapan dengan aparat bersenjata laras panjang tanpa pendampingan hukum.

Bahkan, dua balita turut dibawa ke kantor polisi bersama rombongan. Kondisi tersebut juga disebut menyebabkan anak-anak terlambat memperoleh pasokan makanan hingga sore hari.

Atas kejadian itu, Mafirion meminta LPSK tidak menunggu adanya permohonan formal dari pihak pesantren. Ia mendorong lembaga tersebut segera menerjunkan tim untuk melakukan asesmen medis dan psikologis terhadap para santriwati.

“LPSK harus proaktif. Segera turunkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik dan psikologis mereka. Jangan menunggu sampai dampak traumanya semakin berat. Perlindungan terhadap anak dan perempuan harus menjadi prioritas,” katanya.

Selain meminta keterlibatan LPSK, legislator PKB itu juga mendesak Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP) penggerebekan, khususnya tindakan kepolisian yang dilakukan pada malam hingga dini hari.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2026
27o
Kurs