Ia kemudian membeberkan, PT Timah mencatat keuntungan Rp2,7 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026 setelah pemerintah melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal.
“Saudara-saudara, bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 ini PT Timah telah mencapai keuntungan 2,7 triliun rupiah,” pungkasnya.
Karenanya, Presiden kembali menegaskan agar Panglima TNI dan Kapolri benar-benar menelusuri persoalan tersebut. “Karena itu saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri usut,” ucapnya.
Tak hanya Panglima TNI dan Kapolri, pada kesempatan itu Prabowo juga meminta Kementerian Keuangan menelusuri peran Bea Cukai. Selain itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) juga disorot terkait masih terjadinya penyelundupan dari kawasan tersebut.
Menurut Presiden, masyarakat kini semakin kritis dan tidak lagi bisa menerima ketidakadilan maupun penyelewengan yang dibiarkan begitu saja. “Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar,” pungkasnya. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

