Jumat, 20 Mei 2022

Ngayogjazz 2019 Tetap Digelar, Bentuk Penghormatan untuk Djaduk Ferianto

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Djaduk Ferianto saat tampil di Jazz Traffic Festival 2019 bersama Sinten Remen featuring Endah Laras. Foto: Jazz Traffic Festival 2019

Novindra Dirantara, Board Creative Ngayogjazz, mengatakan bahwa Ngayogjazz 2019 akan tetap digelar sesuai rencana, pascameninggalnya Djaduk Ferianto salah satu penggagas pagelaran musik itu.

Djaduk Ferianto meninggal dunia pada usia 55 tahun, Rabu (13/11/2019) pukul 02.30 WIB. Tiga hari sebelum Ngayogjazz yang akan diselenggarakan pada 16 November 2019.

“Kami memutuskan tetap berjalan. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada Mas Djaduk yang sudah membuat karya ini untuk masyarakat, agar dikenang sebagai sesuatu yang indah. Kami tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan,” ujar Novindra kepada Radio Suara Surabaya, Rabu.

Djaduk Ferianto dalam kenangan Novindra adalah seorang guru yang juga seorang teman. “Mas Djaduk sering memberi saya banyak ilmu, Disampaikan dengan caranya, tanpa menggurui. Biasanya Mas Djaduk memulai dengan obrolan, lalu cerita pengalaman-pengalamannya dia yang sebenarnya itu adalah petuah,” kata Novindra.

Kepergian Djaduk terbilang mendadak. Djaduk dijadwalkan tampil di Ngayogjazz pada Sabtu (16/11/2019) di Godean, Yogyakarta. Selain itu, dalam waktu dekat Teater Gandrik akan pentas di Ciputra Hall Surabaya pada 6 dan 7 Desember 2019 membawakan lakon “Para Pensiunan” yang disutradarai Djaduk Ferianto.(iss/ipg)

Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
30o
Kurs