Senin, 27 September 2021

Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan pada Anak dengan 3R

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi

Membangun kesadaran peduli lingkungan pada anak salah satunya menjadi peran orang tua, termasuk mengenai persampahan yang bisa diajarkan lewat konsep 3R di rumah.

Melansir Antara, Sabtu (24/7/2021), Reti Oktania Psikolog klinis anak dari Rumah Dandelion mengatakan bahwa konsep 3R yaitu Routine, Ritual, dan Rules bisa dilakukan orang tua untuk membentuk perilaku anak yang peduli terhadap lingkungan.

“Orangtua dapat menciptakan rutinitas
bersama anak yang berhubungan dengan merawat lingkungan, dimulai dari rutinitas memilah sampah setiap hari,” ujar lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

Dari sisi ritual, orangtua bisa membuat sebuah kegiatan yang menarik bagi anak setiap akhir pekan bersama orang tua. Misalnya dengan membuat mainan edukatif dari material sampah yang telah dipilah.

“Atau kalau ada anggota keluarga yang berulang tahun, dibanding memberikan kado bagaimana kalau setiap tahun kita ajak menanam bibit pohon. Ini akan menjadi sesuatu yang dinanti anak,” kata Reti.

Selanjutnya, orang tua juga bisa membuat rules atau aturan yang disepakati bersama anak misalnya dengan melibatkan anak untuk membuang sampah di tempat yang sudah dipetakan atau dipilah.

Reti menambahkan orang tua perlu memberikan contoh nyata terlebih dahulu untuk membentuk perilaku dan karakter anak. Misalnya yang paling mudah adalah memberikan pemahaman dan aksi cara memilah sampah.

Selain itu, anak-anak juga perlu diingatkan terus menerus secara verbal dan visual. Orangtua bisa mengingatkan anak secara langsung melalui ucapan atau verbal.

Untuk visual, orang tua bisa menaruh gambar-gambar atau tulisan di tempat sampah terpilah, agar anak lebih tertarik membuang sampah dan memilahnya di tempat yang telah disediakan. Misalnya, menyediakan tempat sampah hijau untuk organik, kuning untuk anorganik dan merah untuk benda kaca.

“Terakhir, berikan apresiasi yang spesifik. Artinya, kita dapat menyampaikan terima kasih setelah anak berhasil menghabiskan makanan, atau memilah sampah, sambil diberikan pemahaman yang sederhana,” pungkasnya.(ant/frh/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs