Kamis, 13 Agustus 2026

Dokter Sebut Kanker Laring Bisa Munculkan Gejala Suara Parau

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kanker laring adalah kanker langka ketika sel-sel ganas tumbuh pada laring (kotak suara). Foto: Getty Images

Dokter Dionisia Vidya spesialis telinga hidung, tenggorok, dan bedah kepala leher menyebutkan alasan kanker laring bisa memunculkan gejala suara parau karena letak kanker berada di pita suara.

“Otomatis kalau misalnya ada kanker di pita suara, gejala pertama adalah suara parau dan paraunya cenderung progresif karena pita suaranya sudah terganggu,” kata Vidya dilansir Antara pada Selasa (27/2/2024).

Laring merupakan saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan sistem pernapasan dan berfungsi membawa udara menuju ke trakea. Bagian ini dikatakan sangat penting untuk keberlangsungan proses menelan, bicara, dan bernapas

Menurut alumnus Universitas Airlangga ini, pita suara merupakan lokasi tersering ditemukannya kanker laring daripada dua area lain, yakni di atas dan bawah pita suara.

Lebih lanjut terkait dengan gejala, kanker pada bagian pita suara apabila bertambah besar, dapat memunculkan gejala sesak napas dan gejala lain berupa sulit menelan.

“Kalau kankernya makin bertambah besar, gejalanya sesak napas pada pasien, lalu makin lanjut dia. Di belakang pita suara adalah saluran makan maka mulai makin sulit menelan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sel kanker cenderung bersifat rapuh sehingga mudah berdarah. Oleh karena itu, pasien kanker laring bisa mengalami batuk berdarah atau mengeluarkan dahak bercampur darah.

Selain gejala, Vidya juga membahas kanker laring yang lebih banyak dialami pria ketimbang wanita walau tidak menutup kemungkinan kaum hawa pun bisa terkena masalah kesehatan ini.

Sementara itu, dari sisi usia, umumnya dialami mereka yang berusia lanjut. Dari sisi faktor risiko terjadinya kanker laring, dia menyebut rokok dan alkohol menjadi dua di antaranya.

Terkait dengan angka kejadian kanker laring, ia tak menyebut spesifik angkanya. Namun, dia mengatakan bahwa di dunia kanker ini menduduki urutan pertama sebagai kanker kepala dan leher yang paling banyak ditemukan.

“Akan tetapi, di Indonesia tidak sesering kanker nasofaring,” pungkasnya. (ant/ike/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2026
28o
Kurs