Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konten publik dapat dimanfaatkan tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemiliknya.
Gelombang kritik pun bermunculan dari pengguna media sosial hingga pelaku industri kreatif. TechCrunch bahkan sempat menerbitkan panduan bagi pengguna yang ingin menonaktifkan fitur tersebut.
Menanggapi respons negatif tersebut, Meta akhirnya menarik fitur tersebut dan mengumumkan penghentiannya melalui unggahan di blog resmi perusahaan pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat.
“Tujuan kami adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat serta memberi kendali kepada pengguna atas apakah konten publik mereka dapat dijadikan referensi dengan cara ini. Kami telah mendengar masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi harapan, sehingga kini tidak lagi tersedia,” tulis Meta dalam pernyataannya.
Media teknologi TechCrunch menyebut telah meminta penjelasan lebih lanjut kepada Meta mengenai keputusan tersebut dan akan memperbarui laporannya apabila perusahaan memberikan tanggapan tambahan.

NOW ON AIR SSFM 100

