Menurut perusahaan, aplikasi ini telah dilengkapi sistem penyaringan keamanan berbasis AI, tidak memiliki fitur media sosial, dan hanya dapat digunakan oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Untuk membuat sebuah cerita, pengguna terlebih dahulu memilih karakter yang dapat dibuat dengan memotret mainan favorit atau seseorang yang ingin dijadikan tokoh cerita.
Setelah itu, pengguna menentukan latar dunia cerita dan memilih nilai moral yang ingin disampaikan, seperti kebaikan, keberanian, atau empati. AI kemudian menyusun cerita secara otomatis berdasarkan masukan tersebut.
Meski menawarkan kemudahan, kehadiran StoryKit memunculkan perdebatan mengenai peran AI dalam aktivitas mendongeng kepada anak.
Sejumlah pihak menilai teknologi tersebut berpotensi mengurangi ruang bagi orang tua untuk berimajinasi dan membangun kedekatan emosional melalui cerita yang disampaikan secara langsung.

NOW ON AIR SSFM 100

