“Para konsumen digital native mendambakan pengalaman kolektif yang pernah ada sebelum seluruh konten tersedia secara instan. Streaming menghapus batas antargenerasi sehingga audiens muda dapat menemukan dan membangun ikatan emosional dengan berbagai momen budaya dari puluhan tahun sebelum mereka lahir,” demikian isi laporan tersebut.
Dijelaskan bahwa tren nostalgia kini berkembang jauh lebih cepat dibanding siklus tradisional budaya pop yang umumnya berlangsung setiap 20 hingga 25 tahun.
Kemudahan mengakses katalog musik lama melalui layanan streaming membuat lagu-lagu klasik kembali menemukan pendengar baru.
Rob Christensen Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Global Vevo mengatakan, konten baru justru menjadi pintu masuk bagi audiens untuk mengeksplorasi katalog musik lama.
“Konten baru saat ini menjadi batu loncatan bagi katalog dan konten nostalgia untuk ditemukan pertama kali atau ditemukan kembali oleh para penggemar,” ujar Christensen.

NOW ON AIR SSFM 100

