Selasa, 11 Agustus 2026

Memotong Mata Rantai Terpidana Teroris Jadi Prioritas BNPT

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Tito Karnavian kepala badan penanggulangan terorisme (BNPT) mengatakan, perlu terapi akurat yang dapat membuat terpidana teroris, sadar selain dihukum berat.

Yang terjadi selama ini, terpidana teroris itu dapat membangun kekuatan baru selama di penjara bahkan ada yang mengulangi perbuatannya. Karena itu, Tito menganggap wajar kalau pengawasan dan pengamanan terpidana teroris diperkitat, agar tidak saling berhubungan.

Kata kepala BNPT, meskipun terpidana teroris seperti Abubakar Baasir diasingkan di Nusa Kambangan belum tentu membuatnya insaf.

Bahkan masih bisa menggerakkan pemain baru dari dalam penjara seperti kasus bom Thamrin Jakarta. Semuanya dikendalikan dari Nusa Kambangan. Karena itu BNPT akan memaksimalkan fungsinya dengan melibatkan seluruh jaringan intelejen dan kekuatan masyarakat.

Tentang Santoso, yang menjadi taget operasi Tinombala, dikatakan nasibnya tinggal menunggu waktu karena ruang gerak Santoso terus dipersempit.

“Kalau sampai batas tugas operasi Tinombala, bulan Mei, Santoso gembong teroris yang ditakuti itu belum tertangkap, operasi dengan sandi Tinombala waktunya akan diperpanjang,” kata Tito. (jos/dwi/rst)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2026
24o
Kurs