Sektor properti Sidoarjo akan pulih jika perpindahan infrastruktur ke wilayah barat segera terwujud. Tanda-tanda pulihnya Sidoarjo sebagai primadona properti di Jawa Timur mulai muncul.
Hal tersebut disampaikan ADRI ISTAMBUL LINGGA GAYO SE Sekretaris REI Jawa Timur di sela buka puasa anggota REI Jawa Timur, perbankan dan Bupati Sidoarjo, di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Selasa (02/10).
Pada suarasurabaya.net, ADRI mengatakan saat ini penjualan properti di Sidoarjo mulai kembali normal ke angka 80%. Saat lumpur Porong meluber dan pemberitaan di media massa cukup heboh, sektor properti drop hingga 50%. Berikut penjelasan ADRI, {clip*1}.
Tanda-tanda pulihnya sektor properti, ungkap ADRI, juga berdasarkan pertambahan anggota REI Sidoarjo hingga 15%. Logikanya, jumlah pengembang di Sidoarjo semakin susut. Tapi kenyataannya, Sidoarjo mulai bangkit dan muncul fenomena arus balik dari calon konsumen dan masyarakat sudah semakin pintar.
Perpindahan infrastruktur baik jalan tol maupun jalan lingkar barat ke wilayah barat, kata ADRI, akan memberikan nilai ekonomis di Sidoarjo. Imej Sidoarjo dengan lumpurnya, sudah mulai dimengerti bahwa itu hanya akibat industri saja dan tidak membawa efek lebih luas.
Disamping turunnya dana APBN sebesar Rp 500 milyar untuk perpindahan infrastruktur, tegas ADRI, akan memberikan multi player effect bagi REI di Pandaan, Malang, Jember, Probolinggo dan Pasuruan.
“Kenapa properti Sidoarjo menjadi primadona di Jawa Timur, tak lain 70% dari anggota REI punya proyek di Sidoarjo. Apalagi kawasan dekat pusat kota dan jauh dari polusi. Hanya saja yang perlu dipikirkan adalah komposisi konservasi ruang terbuka dengan lahan pertanian,”tukasnya.
ADRI menjelaskan market terbesar dari properti di Sidoarjo sampai saat ini adalah pasar rumah di bawah Rp 100 juta (75%), rumah seharga Rp 200 juta (20%) dan rumah senilai Rp 1 milyar (5%). Komposisi pembeli, 70% KPR, 25% program in house dan sisanya beli tunai. (tin)
Teks foto :
– ADRI ISTAMBUL
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

