Jumat, 16 Oktober 2026

Inflasi tinggi, Sulitkan Sektor Usaha

Laporan oleh Dayu Mayasari
Bagikan

Tingginya Inflasi Jawa Timur akan menyulitkan sektor usaha. JAMAL Kepala Badan pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dalam pengumuman berita resmi statistik jawa Timur di kantor BPS Jawa Timur.

Kata JAMAL seperti dilaporkan RANGGA reporter Suara Surabaya, Selasa (02/10), sebagai salah satu indikator makro ekonomi, laju Inflasi yang tinggi akan membuat distribusi barang dan jasa jadi terganggu. Harga barang naik dan pembeli berkurang.

Laju Inflasi Jawa Timur bulan September capai 0,99%, ini jauh lebih tinggi dibanding Inflasi nasional 0,80%. JAMAL mengatakan, pola Inflasi ini akan berlanjut sampai bulan Oktober, karena adanya Lebaran. Pada Oktober pula kenaikan harga terjadi pada hampir semua sektor pengeluaraan.

Menurut JAMAL, tingginya laju Inflasi ini akan sangat terasa pada orang-orang yang berpenghasilan tetap termasuk Pegawai Negeri sipil (PNS). Berikut penjelasan JAMAL, {clip*1}.

Naiknya Inflasi di Jawa Timur pada September dipicu naiknya biaya pendidikan tinggi. Selain itu, karena naiknya harga makanan menjelang lebaran.

JAMAL mengatakan, semua kota di Jawa Timur mengalami kenaikan Inflasi. Paling tinggi di Trenggelek 1,66%, dan terendah di Jember 0,82%, di Surabaya sendiri mancapai 0,93%. (may/tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
28o
Kurs