Potensi ekspor produk kayu ke pasar Eropa cukup tinggi. Hanya saja, untuk memenuhi permintaan pembeli dari luar negeri, eksportir Indonesia masih kesulitan. Satu diantaranya seperti yang dialami PT Sey Lim Jaya yang bergerak di industri olahan kayu.
LIM T SEON Presiden Direktur PT Sey Lim Jaya pada suarasurabaya.net, Senin (01/10), mengatakan, untuk permintaan produk kayu tahun 2008 sangat besar dibandingkan tahun ini. Hanya saja, permintaan tersebut sulit dipenuhi 100% mengingat bahan baku yang selama ini diperoleh dari Sulawesi dan Maluku sangat sulit.
“Kita hanya terkendala ketersediaan bahan baku kayu. Padahal permintaan tinggi. Terpaksa kita penuhi permintaan sesuai apa yang kita miliki,”ujarnya.
Menurut LIM, tahun ini kondisi ekspor produk kayu masih cukup bagus dibandingkan tahun lalu. Ia sendiri, rata-rata mampu mengekspor kayu sebesar 1500-2000 meter kubik per tahun.
Negara tujuan ekspor produk kayu, kata LIM, mayoritas ke Rusia, sebagian Eropa dan Jepang. “Meski akan diberlakukan sertifikasi asal usul produk kayu, kita tidak ada masalah. Seluruh ijinnya sudah kita miliki dan kebijakan pemerintah terhadap ekspor kayu cukup mendukung pengusaha,”pungkasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

