Program bundling yang dilakukan vendor ponsel dan operator memunculkan tren tersendiri di pasar ponsel. Di luar negeri, ponsel sekaligus kartu perdana dipasarkan secara langsung ke konsumen sudah berlangsung cukup lama.
Menurut FRANS ANTONIUS Owner Universal Outlet di WTC pada suarasurabaya.net, Sabtu (29/09), tren program bundling ini di satu sisi memberikan imbas positif pada konsumen, namun di sisi lain, akan mengurangi pasar bagi distributor ponsel non program bundling.
“Konsumen sangat diuntungkan dengan program bundling. Selain harga yang ditawarkan murah, konsumen mendapatkan bonus cukup banyak termasuk pulsa bicara dan SMS. Pihak operator untung karena konsumen diikat dalam jangka waktu tertentu untuk menggunakan kartu perdananya,”tukas FRANS.
Sementara vendor ponsel dengan menjual produk melalui program bundling, kata FRANS, bisa memangkas distribusi lebih singkat sampai ke tangan konsumen. Disamping itu, fee yang diberikan kepada distributor maupun pemilik toko bisa dikurangi.
Biasanya, kata FRANS, vendor akan memberikan fee ke pemilik toko untuk setiap unit yang terjual. Tapi untuk mendongkrak penjualan ponsel, pemilik toko lebih suka menghabiskan fee ke konsumen daripada diambil.
“Misalnya, fee dapat Rp 50 ribu dari vendor atau prinsipal, pemilik toko akan langsung habiskan untuk konsumen. Apalagi keuntungan pemilik toko untuk produk ponsel sangat tipis sekali dan harus menggunakan strategi yang bisa membuat ponsel di toko terjual banyak,”paparnya.
Program bundling yang akhir-akhir ini marak di pasar ponsel, ungkap FRANS, dipicu hadirnya ponsel CDMA yang cukup murah. Bahkan di market, saat ini komposisi ponsel CDMA bisa 60% dan GSM 40%. Tahun lalu, komposisi seimbang.
Meski ponsel kian marak di pasar, sayangnya ini belum bisa menyamai produk elektronik lainnya. Artinya, ponsel sulit dijual secara kredit, sedangkan produk elektronik lainnya bisa diperjualbelikan dengan cicilan kredit bunga 0%. “Ini bisa dimaklumi, karena tipe ponsel tidak sebanyak produk elektronik lainnya yang tipenya sudah mencapai ribuan unit,”tukasnya.
Memasukan Ramadhan minggu kedua ini, tambah FRANS, penjualan ponsel turun hingga 50%. Sebelum puasa, lumayan ramai dimana toko bisa menjual 10 hingga 20 unit per hari. Ia berharap seminggu menjelang lebaran, penjualan ponsel marak kembali mengingat banyak orang menerima tunjangan hari raya.
Teks foto :
– Vendor ponsel dan operator memilih program bundling ponsel murah di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu, sudah termasuk kartu perdana dan pulsa
Foto : Dok.suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

