Sabtu, 17 Oktober 2026
Perpindahan Kanal

Operator Siapkan Investasi Hampir Rp 1 Trilyun

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Perpindahan kanal untuk operator CDMA berdampak pada tiga sisi yakni operator, perangkat jaringan sistem dan pelanggan. Di satu sisi, operator CDMA tidak perlu menyiapkan perangkat jaringan sistem untuk frekuensi 1900 MHz lagi dan ini berarti penghematan sampai 70% untuk jangka panjang.

Meski demikian, operator mau tidak mau harus mengeluarkan investasi cukup besar untuk menggantikan perangkat jaringan sistemnya. Bahkan, menurut T SAIFUL RIZAL Specialist Directorat Marketing dan Ketua Tim Migrasi Frekuensi StarOne Nasional, Indosat mengeluarkan anggaran ratusan milyar atau kurang dari Rp 1 trilyun untuk migrasi frekuensi StarOne.

Pada suarasurabaya.net, Kamis (27/09), SAIFUL menjelaskan, di Jakarta, Jawa Barat, Bekasi dan Banten, migrasi yang terjadi adalah migrasi frekuensi operator CDMA dari 1900 MHz ke 800 MHz. Sedangkan di luar wilayah tersebut adalah perpindahan kanal 5, 6, 7 di Band A 800 MHz pindah ke kanal 6,7 di Band B 800 MHZ.

Perpindahan kanal, kata SAIFUL, merupakan penataan ulang karena spektreum dari 1900 MHz alokasinya untuk 3G. Sistem 3G menempati juga eksisting dari 1900 MHz StarOne Indosat dan Flexi Telkom. Saat ini 3G sudah dioperasikan 4 operator yakni Indosat, Telkomse, XL dan Hucthinson menggunakan spektrum yang memang penempatannya baru tahap pertama.

Tahap kedua pada frekuensi 1900 MHz setelah frekuensi tersebut dikosongkan Indosat dan Telkom. Kenapa 3G tidak cukup hanya pada tahap pertama saja ? Pertimbangannya, setelah pelanggan 3G semakin banyak dan untuk itu, harus melakukan pembukaan spektrum baru.

“Mengantisipasi itu, pemerintah melakukan penataan ulang terahdap operator CDMA khususnya untuk StarOne dan Flexi. Sedangkan penempatan 800 MHz dulu, khususnya di lokasi Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Bakrie sudah menempatkan sampai 7 kanal dan Mobile-8 juga 7 kanal dengan masing-masing kapasitas 10 MHz. Dengan demikian penataan ulang ini untuk di daerah itu, Bakrie dan Mobile-8 harus mengurangi kanalnya. Bakrie semula 7 kanal dikurangi jadi 3 kanal, Mobile-8 dari 7 jadi 4 kanal. Kanal ini sekarang diisi Indosat dan Telkom,”paparnya.

Kompensasi dengan adanya pengurangan penempatan alokasi untuk Bakrie dari 10 MHz jadi 5 MHz, bisa melayani secara nasional. Untuk itu, Esia bisa meluncurkan layanannya di Surabaya dan Jawa Tengah. Sedangkan Mobile-8 sudah lama melayani secara nasional.

Mengenai rencana perpindahan kanal StarOne di Surabaya, kata SAIFUL, sebenarnya dilakukan bertahap selama seminggu. Namun berdasarkan pertimbangan tertentu, akhirnya hanya dilakukan 26 jam. Berikut penjelasan SAIFUL, {clip*1}.

Teks foto :
– Reposisi kanal CDMA berimbas pada terganggunya saluran komunikasi pelanggan untuk beberapa waktu
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
27o
Kurs