Sabtu, 17 Oktober 2026
Kegiatan Meeting <I>Mandheg</I>

Target Okupansi Ramadhan Tidak Tercapai

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Tingkat okupansi rata-rata hotel di Surabaya selama Ramadhan ini tidak sesuai target. Ini dipicu kegiatan meeting baik dari instansi pemerintah maupun swasta turun drastis, bahkan zero sampai akhir Ramadhan.

YULIANTO SOCHEBU Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Selasa (25/09), mengatakan, terhentinya kegiatan meeting selama Ramadhan ini sangat disesalkan. Alasan instansi pemerintah maupun swasta setelah dikonfirmasi PHRI, tidak lain karena kegiatan sudah diajukan pada 12 hari sebelum puasa.

“Ini yang menyebabkan target okupansi selama 2 minggu Ramadhan sebesar 55%, hanya terealisasi 49%. Sebenarnya, pemerintah maupun swasta tidak perlu memajukan kegiatan meeting di 12 hari sebelum puasa. Seperti tahun lalu, meski Ramadhan masih banyak kegiatan meeting,”tukas YULIANTO.

Sebelum puasa, tingkat okupansi rata-rata hotel di angka 76%. Untuk okupansi sejak Senin (24/09) malam hingga akhir September mendatang diprediksi rata-rata 62%. Tingkat okupansi ini masih lebih bagus dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 61%.

Dari data PHRI Jawa Timur, tingkat okupansi rata-rata hotel selama 2 minggu Ramadhan, untuk hotel bintang tiga di kisaran 71,33% hingga 75,92%. Hotel bintang 4 dari 77% sampai 82,55% dan hotel bintang lima tingkat okupansi dari 56,77% hingga 63,38%.

Sementara untuk booking hotel, kata YULIANTO, tahun lalu masih ada bookingan hingga 100%. Saat ini beberapa hotel hanya berani mematok tingkat bookingan di angka 73%.

“Ini berarti jika yang konfirmasi 73% berarti sisanya akan diisi oleh individual traveller yang cukup besar. Sedangkan tingkat inap tamu pada H-2, H-1 dan H+1, H+2 lebaran, kita prediksi, rata-rata hanya semalam atau over night,”paparnya.

MIMIN MINTARSIH Executive Secretary Hotel Ibis Rajawali mengakui ada penurunan kegiatan meeting di hotel selama Ramadhan. Dibandingkan hari-hari biasa, penurunan kegiatan meeting mencapai 30%.

Namun di sisi lain ada peningkatan individual traveller hingga 40% selama 2 minggu Ramadhan. “Periode yang sama tahun lalu, masih cukup ramai kegiatan meeting. Untuk tingkat okupansi kamar sampai 2 minggu ini di angka 70%. Okupansi ini turun sedikit dibandingkan periode sama tahun lalu yakni 75%,”tukasnya.

MIMIN menambahkan untuk mendongkrak okupansi kamar dan mencapai target okupansi lebaran di angka 80%, pihaknya menawarkan paket Ramadhan dan paket Lebaran.

“Selama Ramadhan, La Table Restoran menyajikan beragam hidangan dari Indonesia dan Eropa yang tersedia dalam bentuk prasmanan atau a la carte. Begitu pula dengan paket kamar kita tawarkan dengan harga kompetitif,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
27o
Kurs