Potensi industri pelayaran Indonesia cukup besar. Bahkan dari total angkutan domestik dan internasional meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total angkutan domestik dan internasional 2005 sebesar 150,3 juta ton. Ini meningkat 15% dibanding 2004. Sedangkan produksi batubara 2005 sebesar 149,6 juta ton. Meningkat sebesar 16,48% dibanding 2005.
Hal tersebut disampaikan CHARLES MENARO Presiden Direktur PT Meratus Line dalam Kuliah Umum Entrepreneurship dan Leaderhsip in Maritime and Shipping di hadapan 600 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Graha ITS, Senin (17/09).
CHARLES menjelaskan khusus Coaltrans 2002 Indonesia merupakan supplier terbesar ketiga untuk pasar internasional, setelah Australia dan China. “Meski potensi industri pelayaran Indonesia cukup besar, tetapi sampai saat ini sekitar 60% pengangkutan barang dalam negeri justru dikuasai perusahaan pelayaran asing khususnya pengangkutan batubara dan offshore. Sedangkan pengangkutan kontainer luar negeri, 75% dikuasai kapal asing,”paparnya.
Menyikapi kondisi tersebut, ungkap CHARLES, telah disediakan beberapa strategi untuk industri pelayaran Indonesia. Strategi berupa regulasi/deregulasi pemerintah, diantaranya, Inpres No.5/2005, regulasi terkait safety, pemberdayaan industri pelayaran melalui Azas Cabotage, membuat industri menjadi atraktif bagi perbankan dan meningkatkan mutu pendidikan di bidang pelayaran untuk kru dan manajemen.
CHARLES menambahkan industri pelayaran Indonesia terbagi dalam tiga kategori yakni kontainer (9 perusahaan), oil and gas (3 perusahaan) dan batubara (4 perusahaan). (tin)
Teks foto :
1. CHARLES MENARO
2. Industri pelayaran Indonesia potensinya terus berkembang
Foto : Dok.suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

