Terus melonjaknya harga minyak goreng (migor) di pasaran, membuat sebagian pengusaha krupuk di Tuban semakin cemas. Dalam sepekan terakhir, harga minyak goreng yang semula Rp 8500/kg, saat ini menembus harga Rp 9000-9500/kg.
Para pengusaha krupuk mengaku mengalami penurunan industri hingga 30 % lebih. Bahkan hampir setiap 2 hari sekali, harga minyak goreng di Tuban selalu mangalami kenaikan.
Berdasarkan pantauan WAHYU reporter Mahkota Babat, Senin (10/09) di lapangan seperti dilaporkan dalam Jaring Radio Suara Surabaya, 6 dari 12 perusahaan krupuk yang berada di desa Tasikmadu Tuban, sekarang sudah tidak beroperasi lagi.
Sedangkan perusahaan krupuk yang masih bertahan, hanya bisa mengurangi bahan baku dan cetakan. Hal itupun dirasakan tidak efektif. Karena permintaan konsumen akan menjadi sedikit. Sebaliknya jika pengusaha menaikkan harga, dikhawatirkan pembeli akan lari.
BAMBANG satu diantara pengusaha kerupuk mengatakan kendala lain yakni harga bahan baku kerupuk yang semakin meningkat. Dari harga Rp 135 ribu/karung menjadi Rp 170 ribu/karungnya.
Meskipun harga minyak goreng makin melambung, pemerintah Kabupaten Tuban belum merencanakan operasi pasar minyak goreng dalam waktu dekat.(tys/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

