Geliat kasus subprime mortgage masih akan terasa riaknya dalam perekonomian Indonesia, 1-3 bulan ke depan. Ini akan membuat volatilitas nilai tukar harus tetap dijaga. Bank Indonesia (BI) akan selalu watch out apa yang terjadi di pasar.
Hal tersebut disampaikan BURHANUDDIN ABDULLAH Gubernur BI usai serah terima jabatan LUCKY FATHUL AZIZ Pemimpin BI-Surabaya yang lama ke RUSLI SIMANJUNTAK penggantinya, Jumat (07/09).
Pada suarasurabaya.net, Gubernur BI menjelaskan, perekonomian global akan berimplikasi terhadap tingkat inflasi Indonesia. Sementara perekonomian domestik, stabilitas harga akhir-akhir ini agak terganggu akibat kenaikan harga yang diatur pemerintah dan harga internasional yang naik seperti harga CPO (Crude Palm Oil) mendongkrak harga minyak goreng juga naik.
BURHANUDDIN mengatakan kenaikan harga juga menyebabkan inflasi tinggi. Tahun lalu, biasanya inflasi Juli cukup tinggi akibat musim ajaran baru dan Agustus turun tapi sekarang Juli tinggi sampai Agustus.
“Jadi tekanan inflasi dari sekarang dan akhir tahun secara musiman masih cukup besar. Untuk itu, kebijakan moneter BI lebih riil ke wilayah yang sangat hati-hati. Tetap cermati perkembangan global dan domestik serta kerjasama dengan pemerintah lebih terkoordinir,”tukasnya.
BI, kata BURHANUDDIN, tetap melakukan agar inflasi rendah di akhir tahun sampai tahun depan. Ini perlu juga direspon dari sisi yang lain dengan structur reform infrastructure energi, pedesaan, pengairan dan sebagainya berjalan cepat. Dengan demikian, di sini bertahan dan terjadi pergerakan ekonomi yang landai, semaki stabil dan bisa terprediksi ke masa depan.
Target inflasi yang ditetapkan pemerintah yakni 5%-7% di tahun 2007, tegas BURHANUDDIN, optimis bisa dicapai. Bahkan target inflasi 2008 yakni 6% bisa terlampaui.
Mengenai BI rate seperti apa, menurut Gubernur BI, akan dilihat dari bulan ke bulan meskipun juga melihat dalam jangka menengah panjang. BI rate tetap melihat tingkat suku bunga dari negara-negara maju seperti Australia, Inggris dan Amerika yang akan ditunggu aksinya pada 18 September mendatang. Berikut penjelasan Gubernur BI, {clip*1}.
Teks foto :
– Gubernur BI (kanan) bersama LUCKY FATHUL AZIZ (kiri)
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

