Jumat, 20 Februari 2026

Menteri Perhubungan Proyeksikan 144 Juta Orang Mudik Lebaran ke Jawa Timur

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim bersama Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan dalam rapat persiapan angkutan lebaran di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan memproyeksikan sekitar 144 juta orang bakal melakukan perjalanan mudik lebaran tahun 2026 menuju Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Dudy saat menggelar rapat persiapan angkutan lebaran bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).

Dudy menjelaskan proyeksi angka pemudik ke Jatim itu berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“Kami melakukan survei, ada hampir 144 juta orang yang melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy di Grahadi.

Posko angkutan Lebaran direncanakan berlangsung pada 13-29 Maret 2026 untuk memantau koordinasi dan pelayanan semua moda transportasi mulai darat, laut, udara dan kereta api.

Dudy mengatakan skema antisipasi lalu lintas untuk angkutan lebaran telah disiapkan. Mulai dari pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Kemudian Kemenhub bersama Korlantas Polri akan menyiapkan rekayasa lalu lintas contraflow, sistem satu arah dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

“Jumlah itu akan dilakukan secara terpadu dipandu oleh Korlantas. Nanti setiap Polda yang ada di Jawa itu akan dilakukan oleh Korlatas,” katanya.

Skema berikutnya adalah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik. Kebijakan ini diharapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Dudy mengatakan, kebijakan tersebut telah disetujui Presiden RI dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” ujarnya.

Sementara itu terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, nantinya penyeberangan lewat pelabuhan menuju Pulau Bali dihentikan sementara dan disiapkan sistem penundaan serta zona penyangga (buffer zone).

“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” jelasnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim memastikan koordinasi lintas sektor dengan TNI dan Polri untuk menjaga kelancaran serta kondusifitas angkutan mudik lebaran 2026.

“Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan,” tandas Gubernur Jatim.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 20 Februari 2026
27o
Kurs