Kemitraan Australia – Indonesia untuk Iklim, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur (Kinetik Hub) memperkuat dukungan terhadap pembiayaan iklim yang inklusif dan pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.
John Brownies Director Kinetik Hub mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong penguatan ekosistem UMKM berkelanjutan, khususnya yang melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
“Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi rendah karbon berjalan secara inklusif dan memberi akses yang lebih luas bagi berbagai lapisan masyarakat,” katanya di Surabaya pada Senin (4/5/2026).
John menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan mencakup beberapa pendekatan, mulai dari dukungan investasi infrastruktur dan UMKM berbasis rendah karbon, penguatan kebijakan terkait pertumbuhan hijau, hingga pengembangan UMKM yang berkontribusi pada keberlanjutan.
“Fokusnya bukan hanya pada UMKM secara individu, tapi juga pada ekosistem yang mendukung mereka. Termasuk bagaimana pelaku usaha yang dipimpin perempuan dan penyandang disabilitas bisa berkembang lebih optimal,” tuturnya.
Ia menilai, potensi UMKM hijau di Indonesia sangat besar, termasuk di daerah. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dorongan lebih agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
“Potensinya tinggi, tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa benar-benar terwujud melalui dukungan yang tepat,” tuturnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem menjadi kunci untuk memastikan potensi UMKM bisa dioptimalkan, serta mampu tumbuh dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi, kemitraan Australia – Indonesia tersebut juga mendorong program hibah bagi organisasi masyarakat sipil. Dari lebih dari 100 proposal yang masuk, enam program terpilih untuk dijalankan dalam waktu enam bulan.
Program-program tersebut mencakup berbagai kegiatan, seperti studi, proyek percontohan (pilot), hingga penyusunan panduan yang diharapkan bisa menjadi dasar pengembangan inisiatif serupa di masa mendatang.
Patricia Bachtiar Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Lead Kinetik Hub menambahkan, setiap organisasi memiliki pendekatan berbeda dalam menjalankan programnya, sesuai dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki.
“Ada yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas, organisasi disabilitas, hingga lembaga jasa keuangan. Titik masuknya berbeda-beda, tapi tujuannya sama, memperkuat ekosistem,” katanya.
Skema hibah yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan masing-masing program, bukan dalam bentuk nominal tetap seperti kompetisi.
Selain itu, dukungan yang diberikan tidak selalu berupa pendanaan langsung kepada UMKM. Dalam beberapa inisiatif, bantuan difokuskan pada peningkatan kapasitas agar pelaku usaha mampu mengakses sumber pembiayaan lain.
Pihaknya berharap, lewat pendekatan kolaboratif dan berbasis ekosistem, kemitraan Australi – Indonesia itu bisa mempercepat terwujudnya ekonomi hijau yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif bagi seluruh masyarakat. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

