Sabtu, 9 Mei 2026

Dada Ayam vs Telur untuk Diet, Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi telur rebus dan dada ayam panggang. Foto: Shutterstock

Dada ayam dan telur sama-sama dikenal sebagai sumber protein yang baik dan sering masuk dalam menu diet sehat. Namun, dari sisi kandungan nutrisi, keduanya memiliki perbedaan yang dapat memengaruhi rasa kenyang, jumlah kalori yang dikonsumsi, hingga efektivitas program penurunan berat badan.

Secara umum, dada ayam tanpa kulit memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding telur. Sehingga dinilai lebih mendukung proses pembakaran lemak dan pengendalian nafsu makan.

Dalam satu porsi dada ayam seberat 3,5 ons, terkandung sekitar 32 gram protein. Sementara itu, satu butir telur ukuran besar hanya mengandung sekitar 6,2 gram protein. Artinya, seseorang perlu mengonsumsi sekitar lima butir telur untuk menyamai kandungan protein dalam satu porsi dada ayam.

Dilansir dari laman Health pada Sabtu (9/5/2026), protein menjadi nutrisi penting dalam program diet karena membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Kandungan protein juga dapat merangsang hormon penekan nafsu makan sehingga mengurangi keinginan makan berlebihan.

Selain itu, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mencerna protein dibanding lemak atau karbohidrat. Kondisi ini dapat meningkatkan pembakaran kalori harian meski dalam jumlah kecil.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein berkaitan dengan penurunan berat badan, pengurangan lemak tubuh, hingga kontrol gula darah yang lebih baik.

Meski demikian, telur tetap memiliki keunggulan tersendiri. Dari sisi kandungan lemak, telur memang lebih tinggi dibanding dada ayam tanpa kulit.

Dalam dua butir telur seberat 100 gram terdapat sekitar 10 gram lemak, sedangkan dada ayam dengan berat yang sama hanya mengandung sekitar 3,2 gram lemak.

Karena lemak merupakan nutrisi dengan kepadatan energi tinggi, makanan berlemak biasanya memiliki kalori lebih besar. Namun, kandungan lemak pada telur tidak selalu berdampak buruk bagi diet.

Sejumlah studi menunjukkan diet rendah lemak bukan satu-satunya cara efektif untuk menurunkan berat badan. Pola makan tinggi lemak sehat juga tetap dapat membantu menjaga rasa kenyang dan mengontrol nafsu makan.

Faktor terpenting justru terletak pada cara pengolahan makanan. Dada ayam yang dipanggang atau direbus cenderung lebih sehat dibanding ayam goreng atau yang menggunakan saus tinggi kalori.

Begitu pula telur rebus atau poached egg dinilai lebih baik dibanding telur goreng yang dimasak menggunakan mentega atau minyak berlebih.

Dengan demikian, baik dada ayam maupun telur dapat menjadi pilihan menu diet sehat selama dikonsumsi dalam porsi seimbang dan diolah dengan cara yang tepat. (saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 9 Mei 2026
29o
Kurs