Minggu, 10 Mei 2026

Jemaah Kloter Surabaya Alami ISPA di Makkah, Ini Penjelasan Dokter

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah haji tengah melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Foto: Getty Images

Selama sepekan berada di Makkah, sejumlah jemaah haji kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Kondisi ini disebut cukup umum terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci.

Menurut dr Mega Ratna dokter kloter 5 Embarkasi Surabaya, keluhan kesehatan tersebut paling banyak dialami jemaah setelah tujuh hari berada di Makkah.

“Jadi kondisi kesehatan jemaah haji khususnya kloter SUB 05 ini setelah tujuh hari di Makkah itu keluhan yang banyak disampaikan adalah batuk, pilek, dan nyeri telan. Selain itu juga banyak juga jemaah yang mengeluh linu-linu. Kakinya mulai nyeri,” ujar Mega kepada Radio Suara Surabaya pada Minggu (10/5/2026).

Menurut Mega, kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama suhu udara yang cukup tinggi di Makkah yang mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cenderung kering. Perubahan ini membuat tubuh jemaah lebih rentan mengalami kelelahan hingga gangguan pernapasan ringan.

“Juga faktor dehidrasi, kurang minum. Biasanya jemaah kalau sudah beribadah ke Masjidil Haram itu minumnya sedikit karena takut bolak-balik ke kamar mandi,” katanya.

Dokter memeriksa salah satu calon jemaah haji Indonesia yang berusia lanjut di hotel tempat mereka menginap. Foto: Widya suarasurabaya.net

Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, Mega mengimbau jemaah agar lebih disiplin dalam menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, kacamata, dan topi dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan debu dan udara panas.

Mega juga menekankan pentingnya kesadaran individu, terutama bagi jemaah yang mengalami gejala flu atau batuk, agar tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan dalam satu kamar.

“Tetap harus minum sedikit-sedikit tanpa menunggu haus. Bisa dua teguk setiap jam. Kemudian ketika di luar ruangan juga menggunakan semprotan wajah,” tambahnya.

Mega menegaskan bahwa edukasi kesehatan harus dilakukan secara berulang agar jemaah terbiasa menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari selama di Tanah Suci.

Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga kondisi fisik jemaah menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selain itu, ia juga mengimbau agar jemaah mulai mengurangi aktivitas di luar hotel dalam sepekan sebelum Armuzna, guna menjaga stamina. Jemaah yang memiliki penyakit bawaan disarankan tetap rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran medis. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
30o
Kurs