Kamis, 11 Juni 2026

IHSG Ditutup Melemah 0,28 Persen ke level 5.886,03 Kamis Sore

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi: Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan, Kamis (11/6/2026), seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup turun 16,35 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 2,64 poin atau 0,45 persen ke posisi 586,84.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi profit taking investor. “IHSG ditutup melemah di tengah profit taking dan sentimen eksternal,” ujarnya dalam kajian di Jakarta, Kamis, yang dikutip Antara.

Menurut Ratna, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko (risk off) setelah indeks-indeks utama di Wall Street, Amerika Serikat, mengalami koreksi tajam. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga minyak dunia, pelemahan harga emas, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Selain itu, pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan setelah IHSG mencatat penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut pada, Selasa (9/6/2026) dan Rabu (10/6/2026).

Meski demikian, tekanan terhadap IHSG mulai berkurang pada sesi kedua perdagangan. Hal itu terjadi setelah muncul laporan bahwa operasi serangan Amerika Serikat terhadap Iran telah berakhir dan harga minyak dunia mulai mengalami pelemahan.

Sentimen positif lainnya datang dari rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Sehingga, diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900–5.950 (besok),” kata Ratna.

Untuk pekan depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda penting, antara lain keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 Juni 2026.

Sementara dari dalam negeri, investor juga menunggu pengumuman MSCI Accessibility Review pada 18 Juni serta keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 18–19 Juni 2026.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor berhasil mencatatkan penguatan.

Sektor properti memimpin kenaikan dengan menguat 0,74 persen, disusul sektor keuangan sebesar 0,64 persen dan sektor kesehatan 0,56 persen.

Sebaliknya, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 4,27 persen, diikuti sektor energi yang turun 2,01 persen dan sektor transportasi serta logistik yang melemah 1,43 persen.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain KOPI, UVCR, OILS, TMPO, dan RISE. Sementara saham dengan pelemahan terdalam adalah TRUE, HRTA, TRIN, SAPX, dan BMSR.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,37 juta transaksi dengan volume 33,50 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp22,25 triliun. Sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung bervariasi. Indeks Nikkei Jepang naik 0,11 persen, indeks Strait Times Singapura menguat 0,72 persen, sementara indeks Shanghai Composite turun 0,16 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,65 persen. (ant/bil/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Kamis, 11 Juni 2026
29o
Kurs