Iran dikabarkan menyetujui untuk tidak mengenakan tarif atau pungutan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Fox News, pada Minggu (14/6/2026), melaporkan bahwa Iran akan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dan tidak akan memberlakukan biaya bagi kapal yang melintas.
Media itu juga menyebut seorang pejabat senior pemerintahan AS yang mengatakan bahwa apabila kesepakatan resmi ditandatangani, AS akan mencabut blokade secara bersamaan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran.
Setelah itu, kedua pihak disebut akan memulai operasi pembersihan ranjau di kawasan perairan itu guna memastikan keamanan jalur pelayaran internasional.
Sebelumnya, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa Iran dan Oman dalam waktu dekat akan mengeluarkan pernyataan bersama terkait pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz.
Araghchi menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai penerapan tarif bagi kapal yang melintas. Namun, menurutnya, terdapat kemungkinan penerapan biaya layanan tertentu yang berkaitan dengan pengelolaan lalu lintas pelayaran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung antara Iran dan AS, setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dalam beberapa bulan terakhir.
Selat Hormuz sendiri adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

