Senin, 15 Juni 2026

Australia Tinjau Aturan Drone untuk Deteksi Predator Laut Usai Serangan Hiu di Sydney

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Rambu-rambu peringatan telah dipasang, dan pantai-pantai ditutup setelah seorang peselancar mengalami serangan hiu hari ini di Pantai Dee Why di Sydney, Australia pada 19 Januari 2026. Foto: Reuters

Pemerintah Australia akan meninjau aturan penggunaan drone di kawasan pantai setelah serangan hiu yang melukai seorang perempuan di Pantai Coogee, Sydney memicu kekhawatiran baru terkait keselamatan pengunjung pantai.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pagi waktu setempat ketika seorang perempuan berusia 35 tahun diserang hiu berukuran besar sekitar 30 meter dari bibir pantai. Korban mengalami luka serius pada kaki kiri dan kedua lengannya.

Juru bicara Rumah Sakit St Vincent’s menyatakan kondisi korban masih kritis tetapi stabil hingga Minggu. Tim medis terus memberikan perawatan intensif atas cedera yang dideritanya.

Serangan itu mendorong otoritas setempat menutup Pantai Coogee dan sejumlah pantai lain di wilayah Dewan Randwick selama 24 jam. Selama penutupan berlangsung, drone diterbangkan menggunakan ketentuan darurat untuk memantau keberadaan hiu di sekitar perairan.

Tara Moriarty Menteri Pertanian Negara Bagian New South Wales mengatakan, pemerintah menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya aktivitas hiu dan serangan yang terjadi di Sydney dalam beberapa waktu terakhir.

“Ini merupakan musim panas yang sangat sulit terkait aktivitas hiu dan serangan hiu di Sydney, dan ini adalah sesuatu yang sangat, sangat serius bagi pemerintah New South Wales,” kata Moriarty dilansir dari Reuters pada Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan langkah-langkah baru guna meningkatkan keselamatan perenang, termasuk pemanfaatan drone dan teknologi pemantauan lainnya.

Selama ini, penjaga pantai di Australia telah menggunakan drone untuk membantu mendeteksi keberadaan hiu.

Namun, penggunaan drone di Pantai Coogee dibatasi karena kawasan tersebut berada di jalur penerbangan menuju Bandara Sydney Kingsford Smith.

Menyusul insiden terbaru tersebut, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia menyatakan akan mengkaji kemungkinan penyesuaian aturan yang berlaku agar teknologi drone dapat dimanfaatkan lebih efektif dalam upaya mitigasi risiko serangan hiu.

Aksi penyelamatan korban dilakukan oleh Charlie Verco juara paddleboard sekaligus penjaga pantai yang sedang tidak bertugas. Pria berusia 25 tahun itu mengaku ketakutan saat melihat hiu sepanjang tiga hingga empat meter berada di dekat sekelompok perenang.

“Saya langsung melihat ke pantai dan mencoba memberi isyarat kepada para penjaga pantai, kode X besar, agar mereka memahami situasinya, mengosongkan air jika memungkinkan, dan mengerahkan perahu penyelamat,” ujar Verco kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Menurut Verco, korban sempat terseret ke bawah air sesaat setelah diserang.

“Dia sempat ditarik ke bawah air selama beberapa detik. Saya tidak bisa melihat keberadaannya karena air sudah berubah merah. Untungnya dia muncul kembali ke permukaan dan hiu itu melepaskannya, sehingga saya bisa mendekat dan membawanya ke pantai,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, korban langsung mendapat penanganan dari penjaga pantai, polisi, dan petugas medis sebelum dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Australia tercatat mengalami sejumlah serangan hiu sepanjang tahun ini. Berdasarkan data Australian Institute of Health and Welfare, sebagian besar insiden terjadi di wilayah pesisir timur dan tenggara Australia, dengan rata-rata sekitar 20 serangan hiu setiap tahun. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 15 Juni 2026
27o
Kurs