Sabtu, 4 Juli 2026

Enam Penumpang MV Hondius Terinfeksi Hantavirus, Australia Lakukan Karantina Ketat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Personel dengan pakaian pelindung bahan berbahaya (hazmat suit) terlihat di dekat salah satu dari dua pesawat, yang membawa penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius terdampak hantavirus, setelah mendarat di Bandara Eindhoven, Belanda, pada Senin (11/5/2026). Foto: Antara

Pemerintah Australia menyatakan enam penumpang kapal pesiar yang sebelumnya terpapar hantavirus kembali berada dalam kondisi sehat dan direncanakan akan menjalani karantina setibanya di negara asal.

Mark Butler Menteri Kesehatan Australia mengatakan lima warga negara Australia dan satu warga Selandia Baru dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus itu, diperkirakan tiba di Belanda sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.

“Mereka dijadwalkan mendarat pukul 08.10 waktu kami dan akan dipindahkan ke fasilitas karantina hotel, sementara persiapan untuk penerbangan dari Belanda ke Australia diselesaikan,” kata Butler dilansir dari Antara.

Terlebih, pengaturan penerbangan untuk membawa para penumpang itu merupakan tugas yang cukup sulit dan keenam penumpang itu akan dipulangkan secara bertahap dalam pekan ini.

Pemerintah Australia juga terus melakukan koordinasi dengan Departemen Luar Negeri untuk mengatur penerbangan dengan awak pesawat yang bersedia menjalani isolasi setelah mengangkut keenam penumpang tersebut.

Pengaturan mengenai alur evakuasi juga telah dirancang. Setibanya di Australia Barat, para penumpang kapal diarahkan agar memasuki fasilitas karantina khusus selama tiga pekan. Kemudian pihak berwenang akan memutuskan pemantauan tambahan yang diperlukan selama masa inkubasi virus dalam kurun waktu 42 hari.

Butler menyebut respons karantina yang diterapkan Australia melampaui kebijakan sebagian besar negara lain dalam memulangkan penumpang kapal pesiar tersebut, yang umumnya hanya memberlakukan karantina terpusat selama beberapa hari sebelum dilanjutkan dengan isolasi mandiri di rumah.

Menurut salah satu pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah yang melibatkan strain Andes dari hantavirus telah menyebabkan lima kasus terkonfirmasi, termasuk tiga kematian.

Lebih lanjut, para ilmuwan menyatakan wabah tersebut ditularkan oleh varian virus Andes yang langka dari hantavirus, yaitu satu-satunya strain yang dapat menular antar manusia melalui kontak dekat.

Diketahui, menurut WHO dua penumpang kapal pesiar yang meninggal dunia karena hantavirus telah melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal tersebut. (ant/mar/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 4 Juli 2026
32o
Kurs