Rabu, 17 Juni 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Pada awal perdagangan, rupiah turun 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.738 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.725 per dolar AS.

Rully Nova analis Bank Woori Saudara menilai pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, terutama antisipasi pasar terhadap hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.720-Rp17.800 dipengaruhi oleh faktor global antisipasi keputusan suku bunga The Fed nanti malam,” ujar Rully dilansir dari Antara.

Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar keuangan global dalam jangka pendek.

Dari dalam negeri, investor juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/6/2026).

Pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di tengah upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Rully menambahkan, meskipun tensi geopolitik global mulai mereda dan tren penguatan rupiah masih berlanjut dalam beberapa waktu terakhir, pasar tetap memantau sejumlah risiko domestik, termasuk langkah pemerintah dalam menjaga kondisi fiskal.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah evaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap pengelolaan keuangan negara.

Pandangan serupa disampaikan Lukman Leong analis mata uang. Ia memperkirakan pergerakan rupiah masih terbatas dan cenderung bergerak dalam fase konsolidasi.

Menurut Lukman, investor saat ini memilih menunggu kepastian sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.

“Investor cenderung wait and see kepastian kesepakatan AS-Iran secara resmi serta antisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini,” katanya.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 17 Juni 2026
32o
Kurs