Rabu, 2 September 2026

Bahlil Akan Prioritaskan Gas Produksi Masela untuk Kebutuhan Domestik

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bahlil Lahadalia (kanan) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi keterangan setelah acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Foto: Antara

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan gas yang diproduksi proyek LNG (Liquefied Natural Gas) Abadi Wilayah Kerja (WK) Masela akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.

“Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor,” ujar Bahlil dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026) seperti dikutip Antara.

Terdapat tiga BUMN, yaitu PLN, PGN dan Pupuk Indonesia, yang telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai calon offtaker atau pembeli domestik. Sebagian dari gas yang diproduksi, kata Bahlil, akan dipakai untuk pembangunan pabrik pupuk dan blue amonia di Maluku oleh PT Pupuk Indonesia.

Tujuan dari pembangunan industri pupuk di Maluku adalah menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi yang baru dan dampak berganda dari hadirnya proyek LNG Masela.

Selain pembangunan pabrik pupuk dan blue amonia, Bahlil menyampaikan gas yang diproduksi dari proyek Masela juga akan disalurkan kepada PLN, PGN dan beberapa perusahaan swasta. “Sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,” ujar Bahlil.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
27o
Kurs