Selasa, 28 Juli 2026

Berly Martawardaya: Indonesia Perlu Kejar Ketertinggalan Ekonomi agar Tak Disalip Vietnam

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Berly Martawardaya (kiri) ekonomi senior INDEF dalam forum perdana Millennium Public Pulse 28 yang difasilitasi DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Berly Martawardaya Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pentingnya membangun rasa urgensi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara-negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan Berly dalam forum perdana Millennium Public Pulse 28 yang difasilitasi DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Berly mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang kehilangan momentum untuk menjadi negara maju. Mengacu pada kajian ekonom Anne Booth dalam buku Indonesian Economy: History of Missed Opportunities, ia menilai sejumlah peluang strategis yang pernah dimiliki Indonesia belum mampu dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, saat ini jarak pendapatan per kapita Indonesia dengan Vietnam semakin tipis. Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa Indonesia harus bergerak lebih cepat agar tidak kehilangan daya saing di kawasan.

“Pendapatan per kapita kita 5.390 USD, sementara pendapatan per kapita Vietnam sudah mencapai 5.120 USD. Hanya beda sekitar 270 Dolar AS atau beda sekitar 4 juta rupiah saja. Berarti dalam satu atau dua tahun lagi kita akan tersusul oleh Vietnam. Kita harus memiliki sense of urgency bahwa Indonesia sedang ketinggalan, sehingga kita fokus mengerahkan energi untuk menyusul kembali,” ujar Berly.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026
28o
Kurs