Pemerintah pusat mengungkap temuan 80 persen beras fortifikasi yang sudah beredar di masyarakat tidak memenuhi standar mutu.
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) menyebut, temuan beras fortifikasi tak sesuai mutu tersebut setelah dilakukan pengujian terhadap sampel dari berbagai daerah.
“Totalnya setelah kita ambil sampel, ini seluruh yang terdaftar (beras) fortifikasi, ada juga yang tidak terdaftar, yang terdaftar itu ada 80 persen tidak sesuai standar,” kata Amran di Jakarta, Jumat (31/7/2026) melansir Antara.
Untuk diketahui, beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk kelompok rentan stunting.
Ia mengatakan harga beras fortifikasi semestinya tidak jauh berbeda dengan beras medium karena hanya memperoleh tambahan kandungan vitamin sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat sasaran.
NOW ON AIR SSFM 100

