Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Bina Darma menilai banyaknya aplikasi pelayanan publik yang dibuat pemerintah, belum tentu membuat pelayanan semakin mudah.
Menurutnya, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di sejumlah daerah telah mendorong munculnya ratusan aplikasi. Akibatnya, masyarakat justru berpotensi kebingungan karena harus menggunakan aplikasi berbeda untuk setiap kebutuhan administrasi.
Apalagi, kalau pengembangan aplikasi tersebut belum selalu dibarengi penyederhanaan proses pelayanan dan integrasi antarsistem.
“Ketika SPBE ini diterapkan, akhirnya banyak yang kebablasan itu bikin aplikasi sampai ratusan. Termasuk Kota Surabaya. Kota Surabaya itu dulu aplikasinya ada lebih dari 400,” kata Marsudi saat on air di program Wawasan Radio Suara Surabaya dari Beijing, China, Senin (3/8/2026).
Ia kemudian menyebut bahwa konsep kota pintar seharusnya tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat. Tapi, pelayanan disatukan agar masyarakat cukup menggunakan beberapa aplikasi untuk mengakses seluruh kebutuhan.

NOW ON AIR SSFM 100

