Aliansi Umat Peduli Generasi Jawa Timur (Jatim) mendesak pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) melalui sektor pendidikan.
Salah satu langkah yang didorong yakni memasukkan materi pencegahan LGBTQ ke dalam kurikulum pendidikan berbasis nilai agama, moral, dan penguatan karakter di satuan pendidikan umum, madrasah, hingga pondok pesantren.
Muhammad Rizqi Nafis Humas Aliansi Umat Peduli Generasi Jatim mengatakan bahwa penanganan LGBTQ tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi.
“Jangan sampai generasi kita, anak-anak kita, juga terpengaruh dengan LGBT ini,” katanya saat berada di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya dalam aksi tolak LGBTQ pada, Minggu (9/8/2026).
Ia menjelaskan, masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral, mental, dan fisik generasi mudanya. Sehingga menurutnya, penyimpangan seksual LGBTQ bukan sekadar isu hak kebebasan individu atau Hak Asasi Manusia (HAM), melainkan sebuah gerakan terstruktur yang merusak tatanan keluarga, norma keagamaan, serta mengancam ketahanan nasional.

NOW ON AIR SSFM 100

