Prabowo Subianto Presiden mengatakan bahwa pemerintah telah membantu renovasi sebanyak 83.907 rumah lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 30 Juni 2026.
Kendati demikian, Prabowo mengatakan capaian tersebut masih jauh dari sasaran yang ditetapkan sehingga pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan jumlah rumah yang diperbaiki.
“Ini masih jauh dari sasaran kita, kita harus bekerja keras untuk tambah juga,” kata Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Melansir Antara, pemerintah juga membantu masyarakat memiliki rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga kini, program tersebut telah menjangkau hampir 100.000 rumah.
Sementara itu, kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
Prabowo menegaskan rumah tidak sekadar bangunan atau aset, tetapi memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga.
“Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar dan keluarga bertumbuh,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pengalaman Telma Humea dari Kota Manado yang sebelumnya tinggal di rumah dengan fondasi rapuh serta kondisi dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui program BSPS, keluarga Telma dapat memperbaiki rumah tersebut.
Prabowo memastikan, pemerintah akan mencari langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah rumah yang dapat diperbaiki melalui program bantuan perumahan.
Ia juga menceritakan pengalaman Andre Kawaru dari Samarinda yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan sambil berdagang kelinci dari pasar ke pasar. Melalui KPR subsidi FLPP, Andre akhirnya dapat memiliki rumah sendiri.
“Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat di Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan,” pungkasnya.(ant/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

