Ujang Komarudin Pengamat politik mengingatkan agar proses pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU berlangsung independen dan terbebas dari kepentingan kekuasaan.
Menurut Ujang, NU memiliki posisi historis yang kuat sebagai salah satu elemen penting dalam perjalanan berdirinya bangsa Indonesia. Karena itu, NU dinilai harus mampu menjaga kemandirian organisasi dan tidak berada di bawah pengaruh kekuasaan.
“NU adalah pendiri bangsa. Karena NU pendiri bangsa, maka nilainya harus lebih tinggi. Jangan sampai NU terkooptasi oleh kepentingan istana,” ujar Ujang dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Ujang mengatakan, proses pemilihan Rais Aam harus mengutamakan aspirasi warga NU. Ia menilai tidak elok apabila terdapat campur tangan kepentingan politik praktis dalam menentukan figur yang akan menduduki posisi tersebut.
“Kalau Rais Aam terpilih ada intervensi kepentingan kekuasaan, maka ini akan menjadi sesuatu yang kurang elok,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

