Kamis, 15 Oktober 2026

Gus Rozin Sebut AHWA Kemajuan Besar bagi NU, Tekankan Musyawarah dan Ukhuwah

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat menjawab pertanyaan awak media di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Foto: Risky suarasurabaya.net

KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem one man one vote menjadi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) merupakan kemajuan besar bagi Nahdlatul Ulama.

Menurut Gus Rozin, AHWA membuat NU tidak terjebak pada praktik demokrasi liberal, tetapi tetap mempertahankan demokrasi yang partisipatif dengan mengedepankan asas musyawarah.

“Saya kira kita berpindah dari one man one vote, pemilihan langsung ke AHWA ini adalah kemajuan yang sangat besar bagi Nahdlatul Ulama,” kata Gus Rozin, Minggu (30/8/2026).

Gus Rozin mengatakan, penerapan AHWA juga menjawab kegelisahan yang selama ini muncul agar NU tidak menjadi organisasi yang sepenuhnya menggunakan pola demokrasi liberal.

“Kita tetap memakai demokrasi yang partisipatif, tetapi mengedepankan asas musyawarah. Dan di dalam AHWA ini, tentu kita sangat menghargai otoritas para kyai sepuh. Dan itu yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Kamis, 15 Oktober 2026
24o
Kurs