KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem one man one vote menjadi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) merupakan kemajuan besar bagi Nahdlatul Ulama.
Menurut Gus Rozin, AHWA membuat NU tidak terjebak pada praktik demokrasi liberal, tetapi tetap mempertahankan demokrasi yang partisipatif dengan mengedepankan asas musyawarah.
“Saya kira kita berpindah dari one man one vote, pemilihan langsung ke AHWA ini adalah kemajuan yang sangat besar bagi Nahdlatul Ulama,” kata Gus Rozin, Minggu (30/8/2026).
Gus Rozin mengatakan, penerapan AHWA juga menjawab kegelisahan yang selama ini muncul agar NU tidak menjadi organisasi yang sepenuhnya menggunakan pola demokrasi liberal.
“Kita tetap memakai demokrasi yang partisipatif, tetapi mengedepankan asas musyawarah. Dan di dalam AHWA ini, tentu kita sangat menghargai otoritas para kyai sepuh. Dan itu yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

