Sabtu, 31 Oktober 2026

OTT BPN Bogor Diminta Jadi Pintu Masuk Bongkar Mafia Tanah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Abdullah anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB. Foto: istimewa

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor diminta tidak berhenti pada penindakan terhadap pihak yang diamankan.

Abdullah anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB mendesak KPK mengusut perkara tersebut secara menyeluruh hingga menemukan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik korupsi di sektor pertanahan.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 17 orang. Sejumlah pihak yang diamankan disebut berasal dari lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), termasuk pejabat setingkat direktur jenderal.

KPK juga mengamankan sejumlah boks dan koper yang diduga berisi uang tunai serta valuta asing dengan nilai yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Abdullah menilai perkara tersebut harus menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan praktik korupsi yang lebih luas dalam pelayanan pertanahan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2026
30o
Kurs