Sabtu, 31 Oktober 2026

OTT BPN Bogor Diminta Jadi Pintu Masuk Bongkar Mafia Tanah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Abdullah anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB. Foto: istimewa

Ia menilai digitalisasi layanan pertanahan harus terus diperkuat bersamaan dengan sistem pengawasan internal maupun eksternal.

Menurutnya, sistem pelayanan yang transparan dapat mempersempit ruang bagi terjadinya transaksi ilegal dan praktik percaloan.

“Tanah adalah aset yang sangat penting bagi masyarakat. Negara harus memberikan kepastian hukum dan pelayanan yang bersih. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak atas tanah justru dipersulit dan kemudian dipaksa menggunakan jasa broker atau membayar pungutan ilegal,” kata Abdullah.

Ia berharap pengusutan kasus tersebut tidak hanya menghasilkan penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mampu membenahi sistem pelayanan pertanahan agar praktik mafia tanah tidak terus berulang. (faz/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2026
29o
Kurs