Kebutuhan angkutan udara untuk jarak pendek antar kota (city link) semakin tinggi. Terlebih dengan adanya lumpur Lapindo, jarak tempuh antar kota seperti Surabaya ke Banyuwangi, semakin lama jika lewat darat.
Untuk itu Pemerintah Jawa Timur membuat city link di 6 kota yakni Malang, Jember, Banyuwangi, Pacitan, Sumenep dan Bawean. Progres dari city link, kata IMAM UTOMO Gubernur Jawa Timur, baru Bandara Abdurrahman Saleh Malang sudah siap, Pacitan dan Sumenep proses pembebasan lahan, Bawean baru mereka-reka lokasi bandara.
Sedangkan Banyuwangi dan Jember sudah selesai persyaratan lapangan, tinggal sarana dan prasarana yang belum tuntas. Pada suarasurabaya.net, Senin (10/09), di sela launching pembukaan rute Surabaya-Malang oleh Merpati, Gubernur menegaskan jika ke-6 kota berhasil membangun bandara untuk city link, akan menguntungkan pebisnis yang berada di kota-kota tersebut. Ini satu alternatif pilihan angkutan menghindari lumpur Lapindo. Berikut penjelasan Gubernur Jawa Timur, {clip*1}.
Gubernur mengatakan tidak ada target dari masing-masing kota untuk segera merealisasikan program city link.
Sementara itu, WAHID WAHYUDI Kepala Subdin Penyusunan Program Dinas Perhubungan Pemprop Jawa Timur mengatakan rata-rata anggaran yang harus disediakan untuk membangun bandara city link di kisaran Rp 5 milyar-10 milyar.
WAHYUDI mencontohkan Bandara Trunojoyo di Sumenep membutuhkan anggaran Rp 15 milyar untuk fasilitas penunjang. Anggaran tersebut dialokasikan dari APBN dan APBD sesuai kebutuhan.
“Biasanya APBN untuk membangun fasilitas utama seperti runway. Khusus Jember, seluruhnya ditanggung dengan APBD Jember,”ujarnya.
WAHYUDI menambahkan sebenarnya ada beberapa maskapai yang tertarik dengan program city link. Diantaranya, Riau Air tapi maskapai tersebut belum bisa merealisasikan karena masih berhitung untuk mencapai break event point.
“Riau Air juga mengajukan ada kontribusi dari Pemerintah Daerah bisa seat-nya ada yang kosong. Ini yang membuat pemerintah keberatan dengan pengajuan Riau Air. Dan baru Merpati saja yang merealisasikan dengan perhitungan kapasitas pesawat 50 seat. Jika rata-rata ada 40 penumpang, bisa dikategorikan layak terbang,”pungkasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

