Kebijakan pemerintah melalui kenaikan premi asuransi kendaraan bermotor per 1 September 2007, dikhawatirkan berimbas pada penjualan mobil. Pasalnya, calon konsumen harus berani membayar asuransi lebih tinggi dalam setahunnya jika membeli kredit.
Premi asuransi kendaraan bermotor semula 3%, namun sejak 1 September 2007 naik jadi 4,36%. Imbas kebijakan pemerintah mulai dirasakan main dealer mobil di Jawa Timur.
HENDRO GANI General Manager PT Safari Megah –main dealer- Hyundai Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Senin (24/09), mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut agak menggangu penjualan di show room-nya. Selama 20 hari ini ada beberapa calon konsumen Safari Megah berpikir ulang untuk membeli mobil.
Bahkan dari calon konsumen tersebut, ungkap HENDRO, menyatakan mundur setelah mengkalkulasi besaran asurani yang harus dibayar per tahunnya. Dengan kenaikan premi asuransi, paling tidak calon konsumen harus menyiapkan minimal Rp 6 juta sampai Rp 10 juta per tahun khusus bayar asuransi.
Padahal, kata HENDRO, belum tentu dalam setahun ada kejadian terkait dengan mobil yang dibeli. Nah dengan tingginya premi asurani, calon konsumen lebih memilih uang untuk asuransi ditabung saja daripada harus kredit mobil. Berikut penjelasan HENDRO, {clip*1}.
Sebagai main dealer, tegas HENDRO, pihaknya hanya bisa bernego dengan lembaga pembiayaan. Sedangkan Gaikindo bersama Yayasan Konsumen sudah pernah mengajukan keberatan ke Menteri Keuangan. Hanya saja tinggal menunggu tindaklanjutnya.
Hal senada disampaikan DAVID YANG Kepala Cabang Auto 2000 Kertajaya. Kebijakan pemerintah tersebut secara total penjualan mobil pasti berpengaruh. Kalau konsumen membeli kredit, mau tidak mau harus menyediakan uang lebih banyak.
“Saat ini interest kredit mainnya di 5,5% sampai 6% setahun. Sekarang ini kalau kredit kendaraan bermotor siapkan anggaran asuransi dua kali lipat untuk bayar interest-nya. Dan dampaknya mempengaruhi situasi penjualan,”tukasnya.
Kalau konsumen khawatir dengan rate asuransi yang tinggi, kata DAVID, biasanya konsumen larinya beli tunai, {clip*2}. Meski demikian, pihaknya tidak bisa merevisi target penjualan mengingat target sudah dipatok di pertengahan tahun 2007 dan tetap berusaha capai angka itu.
Strategi yang dimainkan saat ini menyikapi kenaikan premi asuransi kendaraan, papar DVID, Auto 2000 Kertajaya menawarkan subsidi seperti diskon dan sebagainya. Diharapkan, dengan subsidi tersebut, calon konsumen tetap merasakan biaya asuransi tidak begitu tinggi. Disamping itu, kalau ada konsumen yang keberatan, pihaknya akan nego dengan pihak finance. Komposisi konsumen di Auto 2000 Kertajaya, 50% kredit dan 50% tunai.
Penjualan Auto 2000 Kertajaya sejak 2007, per bulannya terus meningkat. Target yang ditetapkan selama 2007, sebesar 700 unit per tahun. Dengan kenaikan premi asuransi, ia tidak khawatirkan target tersebut. Alasannya, sekarang ini penjualannya sudah 110%. (tin)
Teks foto :
1. HENDRO GANI
2. Penjualan unit Toyota di Auto 2000 Kertajaya sudah melampau target 2007
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

