Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Jawa Timur menjamin stok penjualan makanan dan minuman (mamin) mencukupi hingga lebaran mendatang. Hal ini ditegaskan YAPTO WILLY SINATRA Ketua GAPMMI menyikapi persiapan lebaran.
Pada suarasurabaya.net, Senin (17/09), YAPTO mengatakan, memang biasanya stok pengusaha dari tahun ke tahun terus menurun. Namun ini bukan berarti kebutuhan saat lebaran tidak mencukupi.
Ia menyebut tahun 2005, rata-rata toko menyediakan stok barang sampai 200%. Tahun 2006, stok menurun sekitar 100% yang dipicu imbas kenaikan bahan bakar minyak dan banyaknya perusahaan mamin yang tutup atau terkena imbas lumpur Lapindo. Dan tahun ini, YAPTO memprediksi toko menyediakan stok barang sesuai dengan permintaan konsumen.
“Kalau toko selama sebulan bisa menjual 10 produk, biasanya dia akan stok barang hingga 20 produk. Jadi konsumen tidak perlu kuatir dengan stok yang tersedia,”ujarnya.
Momen lebaran tahun ini, menurut YAPTO, merupakan waktu yang tepat bagi pengusaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman. Pasalnya, setelah adanya larangan edar produk mamin China, pasarnya tinggal 20%.
Sebelumnya, produk mamin China mencapai 60% dari total produk mamin yang ada di pasaran. Melihat kondisi ini, YAPTO memprediksi omset pengusaha mamin menjelang lebaran akan naik di kisaran 50%-60%. Sedangkan kenaikan harga mencapai 10%-15% akibat kenaikan bahan baku seperti tepung dan minyak goreng.
Dalam momen yang bagus tersebut, YAPTO meminta pemerintah tidak melarang penjualan parsel. Sebab parsel mamin hanya memiliki high season sekali dalam setahun.
“Parsel merupakan kreativitas pengusaha menyiasati penjualan produk maminnya. Dari setiap parsel, 80% adalah produk mamin. Tahun lalu ketika pemerintah melarang, kerugian cukup besar dialami pengusaha,”tukasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

